Minggu, 29 Juli 2018

iblis yg sombong

*IBLIS ITU SANGAT ALIM..*
Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit...
jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tsb....
jika engkau bertanya tentang dongeng para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih  berada dalam surga...
iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis alim/pandai dalam segala ilmu...
tapi iblis tdk pernah menjadi kekasih Allah,  karena dalam diri iblis ada kalimat...
*"AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN"*
Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
*Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh*
*YANG AKU TAKUT*
*Yang aku takut...*
hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun
sangat pandai menasehati.
*Yang aku takut...*
aku merasa paling benar, sehingga
merendahkan yang lain.
*Yang aku takut...*
egoku terlalu tinggi, hingga
merasa paling baik di antara yang lain.
*Yang aku takut...*
aku lupa bercermin, namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.
*Yang aku takut...*
ilmuku akan membuatku
menjadi sombong,memandang yang lain berbeda denganku.
*Yang aku takut...*
lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.
*Yang aku takut...*
aku hanya hebat dalam berkata namun
buruk dalam berbuat.
*Yang aku takut...*
aku hanya cerdas dalam mengkritik,
namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.
*Yang aku takut...*
aku membenci dosa orang lain, namun
saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.
Kiranya Allah Subhana Wa Ta'alla senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku. Aamiin...
*SELALULAH MELIHAT KE DALAM DIRI...*

Rabu, 25 Juli 2018

anakku, kamu adalah anak jenius

*Tommy yang Bodoh*........
*Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847, lahir seorang anak bernama panggilan Tommy* 
Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya
Saat belajar di sekolah, kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang dijarkan di sekolahnya
Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan
Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk 'angkat tangan' dalam usaha mendidik Tommy
Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya
Guru tersebut berpesan, "jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibu mu"
Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya
Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis
Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : "Putra Anda seorang jenius
Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya
Agar anda mendidiknya sendiri," ujar sang Ibu dengan suara lantang
Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa
"Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu"
Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah
Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya
Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa
Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah SIFAT DASARNYA YANG PANTANG MENYERAH MENGHADAPI APAPUN
Karena itu Tommy pun melakukan Eksperimen – eksperimen hebat
Sebelum memasuki Usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya
Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki Laboratorium Kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya
Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi
Kisah HOMESCHOOLER di usia nya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian ; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika
Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap BODOH waktu kecil itu BERHASIL MENCIPTAKAN BOHLAM LAMPU PIJAR, yang Mengubah Wajah Dunia selamanya
Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi Tokoh PENEMU PERTAMA.., suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarga...
Tiba-tiba dia melihat Kertas Surat terlipat di laci sebuah meja...
    
Dia membuka dan membaca isinya:
"Putra anda anak yang bodoh..
Kami tidak Mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,"
demikianlah ISI SURAT YANG SESUNGGUHNYA yang diBawa dan diBerikan Tommy kepada ibunya, dahulu waktu sepulang sekolah
Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu...
Dia kemudian menulis di buku Diary-nya:
*"SAYA , THOMAS ALFA EDISON , ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA"*
Jika kita menikmati Lampu yang terang saat ini,
ingatlah bahwa Kita BERHUTANG Bukan pada Seorang Thomas Alfa Edison.., tetapi kepada SEORANG IBU yang melihat dengan CARA YANG BERBEDA.
Cara dari MATA KASIH ORANGTUA
Jika suatu hari nanti, Putra atau Putri anda mendapat,
"cap bodoh", "cap nakal" , "cap lamban" atau cap lainnya,
yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka Siapa yang akan anda Percayai ?
PERAN IBU YG LUAR BIASA   
*SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 Juli 2018*

Senin, 02 Juli 2018

orang tua kita

Ijin sharing :        
kisah inspiratif                                            Seorang anak Bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.
Saat berjalan tanpa tujuan Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.
Ia Lapar sekali, ingin makan Semangkok Bakmi
Pemilik bakmi melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Warungnya, lalu Bertanya.
"Nak, apakah Engkau ingin Memesan Bakmi?"
"Ya, tapi aku tidak Punya Uang,"
jawab anak itu dengan malu-malu.
"Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis".
Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.
"Ada apa Nak?"
tanya Pemilik Warung.
"Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku Semangkuk Bakmi sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah.
Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.
Pemilik warung itu Berkata,
Nak,
mengapa kau Berpikir Begitu ; Renungkan hal ini,
Aku Hanya Memberimu Semangkuk Bakmi & Kau begitu Terharu,
... Sedangkan ...
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari sampai Kamu Dewasa,
Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya ...
Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut.
Mengapa untuk Semangkuk Bakmi dari orang yang Baruku Kenal aku Begitu Berterima Kasih,
... Tapi ...
Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku selama Bertahun-tahun,
Aku tak Pernah Berterima Kasih.
Anak itu Segera Bergegas Pulang
Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,
ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.
Ketika Melihat Anaknya,
Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah "Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam."
Mendengar Hal itu,
si anak tidak dapat Menahan Tangisnya  dan Menangis dihadapan Ibunya .
Sahabatku,
Kadang Satu Kesalahan, Membuat kita Begitu Mudah Melupakan Kebaikan yang Telah kita Nikmati tiap hari.
Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima.
Namun kita sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita.
Berterimakasih lah Kepada :
Ayah - Ibu, kakak, adik
Istri / Suami ... kita
Pegawai Rumah Tangga ... kita
Pegawai di kantor ... kita
Semua Orang orang Terdekat dengan kita
Hidup itu Indah,
kalau kita Pandai Berterima Kasih dan Bersyukur ...
Belajar menerima apa adanya ...
Ketika GELAP,
baru tersadarkan apa arti dari TERANG.
Ketika KEHILANGAN,
baru tersadarkan arti dari MEMILIKI
Ketika BERPISAH,
baru tersadarkan arti dari KEBERSAMAAN.
Kemarin sudah TIADA,
besok belumlah TIBA,
kita hanya punya 1 hari, yaitu HARI ini. Jangan sesali yg telah berlalu, itu perbuatan sia-sia.
Syukuri apa yang telah dimiliki, agar kebahagiaan selalu berada disisi kita
Dalam kehidupan NYATA,
kadang kita suka mempermasalahkan hal yang KECIL,
yang tidak PENTING, sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR.
Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahun BERUBAH menjadi permusuhan yang HEBAT,  karena SEPATAH kata PEDAS yang tidak DISENGAJA.
Keluarga yang RUKUN dan HARMONIS pun bisa HANCUR hanya karena perdebatan KECIL yang tidak PENTING.
yang REMEH  kerap dipermasalahkan,
tetapi yang lebih PENTING dan berharga LUPA dan TERABAIKAN.
Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup.
Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita-,
Bukankah tak ada yang SEMPURNA didunia ini ... ?
*SEHATI bukan karena saling MEMBERI,*
*tetapi sehati karena saling MEMAHAMI*...
*BETAH bukan karena MEWAH, tetapi betah karena saling MENGALAH*...
*INDAH bukan karena selalu MUDAH,*
*tetapi INDAH karena dihadapi bersama setiap KESUSAHAN*...
Salam sukses luar biasa buat kita semua.
Semoga bermanfaat... 🙏🙏

Rabu, 27 Juni 2018

mbah pon

Copas dari FB Ustadz Agus Poernomo:
*Pengalaman mbah Pon*

Re-share ex Group COACH..
Namanya mbah Pon...
Penjual gudeg dipojokan pasar Beringharjo Jogja.

Mempunyai 5 anak yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI, mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.
Siang itu mbah Pon duduk didepan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.
Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta. Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, "nggih biasa mawon, nek nakal nggih dikandani"
Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon.. "Pas kedah bayar sekolah nggih dibayar"
Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.
Hingga seorang peserta bertanya, " mbah Pon, napa njenengan mboten nate wonten masalah?"
Dengan wajah bingung mbah Pon balik bertanya, " masalah niku napa tho? Masalah niku sing kados pundi?"
Peserta itu mencontohkan "Niku lho mbah, misalke pas badhe mbayar sekolah pas mboten wonten arthone"
Dengan tersenyum mbah Pon menjawab, " oh..niku tho, nggih gampil mawon, dereng wonten artho nggih kula nyuwun Gusti Allah, lha ndilalah mbenjang e gudeg e wonten ingkang mborong"
Jawaban mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang-orang pintar terpelajar. Orang-orang yang paham tentang ilmu energi dan bagaimana hukum energi bekerja, *Energi selalu menarik energi yang bersifat sama*
Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah. Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya..??
#KisahNyata
#BelajarLagi

Selasa, 26 Juni 2018

HELPING YOUR CHILDREN TO BUILD THEIR FUTURE

HELPING YOUR CHILDREN TO BUILD THEIR FUTURE
Dua hari yang lalu, saya berada di Singapore. Dan saya berkesempatan untuk minum kopi bersama seorang sahabat saya, yang menjadi profesor di sebuah Universitas terkemuka di Singapore.
Sebut saja namanya Henry. Kami janjian ketemu di Le Paul di Takashimaya. Kebetulan saya lagi kangen makanan Perancis.
Dan mulailah kami ngobrol sana sini, tentang disruption, tentang dunia pendidikan, tentang reward system untuk innovation program ...etc ...etc.
Sampai tiba-tiba Henry bertanya,"Pam, anakku baru klas 1 SMA dan dia bertanya, sebaiknya nanti dia kuliah apa ya?"
I said,"Why you asked me this question? You are the one who is a professor in a famous university!"
Henry meneruskan,"Well, Pam tahu kan, kadang-kadang apa yang dihasilkan dunia pendidikan dan yang dibutuhkan oleh industry bisa berbeda.
I want to make sure that my daughter will be in the right path.
Apalagi dengan era disruption sekarang, begitu banyak pekerjaan yang akan hilang!
Terus anak saya harus kuliah apa dong!"
Good question!
Tetapi, apakah pertanyaan itu perlu ditanyakan? Bukankah pada akhirnya nanti kita semua akan menjadi HIMASALJU ? (Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan?)
Ijasah temen saya Teknik Kimia,
sekarang jadi CEO bank.
Ijasah saya Computer Engineering, jadi HR Director,
dan saya punya teman lulusan Kedokteran Umum yang menjadi dosen dan konsultan management.
So what?
The most important thing will be your agility , kemampuan mempelajari hal hal yang baru.
Suatu saat saya membantu client saya merekeut Telco Troubleshooting engineer di Jepang.
Dan yang mendaftar adalah seorang dokter (lulusan Kedokteran Umum).
Dan saya tanya dia,"Ngapain dokter mendaftar sebagai Telecom engineer?"
Dan dia menjawab ,"Saya sudah belajar untuk troubleshoot tubuh manusia, kalau anda kasih saya buku petunjuk nya Mobile Switching Center, saya akan pelajari dan saya akan troubleshoot your MSC!"
Voila, anything can be learned. Selama anda mau belajar dan bekerja keras di field yang baru!
Henry meneruskan,"Tapi kan bukan berarti kita kuliah sembarang jurusan kan Pam? Memang ada banker yang dari
Akunting atau Teknik Kimia. Tapi kan gak ada banker yang dari jurusan seni rupa atau seni tari kan?"
Ok, ok, setuju!
Jadi gimana?
Ok, lets make it  very simple.
Kuliah apapun, jurusan apapun, di universitas apapun, tidak akan ada yang bisa membekali anda dengan kemampuan yang membuat anda "siap kerja!".
Di perusahaan anda nanti, anda masih harus di training lagi agar anda siap melakukan pekerjaan anda!
Makanya yang penting adalah agility, kemampuan anda mempelajari hal hal baru (seberapa cepat anda mampu absorb pengetahuan baru dan menerakannya).
Nah di situlah kita tetap perlu belajar tentang :
- logical thinking
- system thinking
- analytical skills
- big picture thinking
karena , in the end of the day, kita memang akan mempelajari sebuah "system" dan menganalisa bagaimana "system" itu akan interract dan interlink dengan yang lain.
Terserah apapun sistemnya.
Bisa banking system, supply chain , manufacturing atau apapun. Tetapi in the end of the day this is what you will do, mempelajari sebuah "system" dan menganalisa bagaimana "system" itu akan interract dan interlink dengan yang lain!
Itulah mengapa seorang lulusan Teknik Kimia bisa menjadi CEO bank, karena di Teknik Kimia mereka mempelajari "proses", jadi mereka bisa menerapkan knowledge mereka tentang "process" ke banking system.
Kalau orang-orang yang masih  bermental "jadoel" gak akan ngerti itu, dan mereka akan komentar seperti ini
- ngapain lulusan Kimia ke bank?
- kasihan amat , kuliah 5 tahun gak dipaki ilmunya?
- kok kerjanya bisa kesasar  begitu?
Orang-orang yang bermental begitu masih terjebak dalam paradigma lama , dan masih  berfikiran dengan pola "mesin uapnya James Watt. Pasahal kita sekarang sudah masuk jaman Industrial 4.0, bayangin telat berapa generasi tuh orang !
Ok, sekarang kita kembali ke Henry, apa yang harus Henry lakukan untuk memberikan advice yang tepat pada anaknya ....
Kita coba beberap langkah di bawah ini ...
a) Find their passion
Pertama kali, cari passion mereka apa. Ingat orang yang mengerjakan sesuatu sesuai dengan passionnya akan perform lebih bagus.
Lihat, mata pelajaran apa yang nilainya lebih bagus.
Dan tanyakan 2-3 mata pelajaran yang dia paling sukai.
b) Help them draw their dream
Nah, kemudian tanyakan cita-cita hidupnya apa.
Bidang apa yang akan dia sukai
Ingat , you are helping them to build their own dream and not yours!
c) Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream
Help them to connect the dots. Usahakan agar apa yang mereka sukai akan nyambung dengan apa yang mereka ingin kerjakn di masa depan.
Jadi lihatlah apakah anak anda:
- hobby berkutat dengan mobil-mobilan dan gadget electronic?
- Berkomunikasi dan Berinteraksi dengan orang?
- Lebih banyak fokus di kegiatan fisik dan olahraga?
- Bekerja sendiri dan berkreasi?
Observasi anda akan membantu anda mengarahkan bidang apa yang akan dipelajari mereka di bangku kuliah.
Berdasarkan pengamatan tentang apa yang mereka sukai, bidang apa nilai mereka lebih bagus dan cita-cita yang ingin mereka capai, arahkan mereka ke jurusan yang akan mereka pilih.
Dont worry too much. Jurusan itu bukan membuat mereka terpaku seumur hidup mereka , masih banyak kemungkinan bahwa mereka akan bekerja  di bidang yang (seoalh-olah ) tidak ada hubunhannya.
Jadi paradigmanya bukanlah "saya akan menjadi insinyur kimia yang baik", tetapi paradigma sekarang adalah,"Saya akan belajar system and design thinking, dan saya memghunakan kasus-kasus di jurusan teknik kimia sebagai simulasi untuk memecahkan permasalahan !"
d) They have to Build the emotional and social intelligence
Sampaikan bahwa selain kuliah,
mereka juga harus belajar tentang leadership dan teamwork.
Intinya bagaimana mengendalikn emosi sendiri dan bagaimana mereka memahami orang lain.
Hal ini bisa dipupuk dengan seringkali mengikuti kegiatan organisasi di kampus, senat, kegiatan kemahasiswaan, atau apapun yang membuat mereka berhubungan dengan orang-orang lain yang akan melatih social skills mereka.
Suatu saat nanti mereka akan mengerti bahwa kemampua  mereka dalam teamworking dan leaderahip ternyata akan sama pentingnya dengan kemampuan akademis mereka!
e) Tell them to build their agility
Last but not least, tell them to build agility, by learning something new every time.
Dunia akan berubah begitu cepat, mereka juga harus  belajar dengan irama yang lebih cepat lagi.
Untuk melatih itu mereka harus selalu mempelajari sesuatu yang baru.
Apa yang bisa mereka pelajari?
Anything! Bahasa asing, memasak, berkuda, olahraga baru, menggambar, ...etc.
It does  not matter WHAT they learn. What matters is HOW they continuously stimulate their brain to learn something new and to puck up new knowledge/skills.
This will be very useful in the future.
Jadi ingat, untuk lebih mempersiapkan anak-anak anda untuk masa depan mereka, lalukan kelima langkah di bawah ini:
a) Find their passion
b) Help them draw their dream
c) Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream
d) They have to Build the emotional and social intelligence
e) Tell them to build their agility
Salam hangat
Pambudi Sunarsihanto

Minggu, 24 Juni 2018

Lepaskan atau Maafkan Lah

Ini kata terapis :

Ini kalimat yang saya ucapkan tadi malam... Ketika untuk kesekian
kalinya saya menemui kasus penyakit tumor ataupun Ca payudara..
Landasan emosi terkuat adalah... adanya persoalan yang mengganjal dengan
orang terdekat dan berkaitan dg cinta dan kasih sayang ...dll...

Satu kalimat saya

"Setiap kita berhak hidup berbahagia..
Kalau merasa tidak kuat bersamanya... Lepaskan !!!
Kalau merasa kuat... Maafkan.. !!!
Jadi jangan dicampur aduk..dan berada di wilayah abu abu. bisa jd penyakit"

Senin, 14 Mei 2018

ikhlas

dari group sebelah.
*Renungan PAGI*..🏮

```IKHLAS....????```
*🕸 Ikhlas itu...*
_Ketika Menyembunyikan Amal Soleh, Sebagaimana Menutup Rapat Keburukan..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Meniatkan seluruh Ibadah hanya utk ALLAH SWT, Sehingga tidak Bangga akan Pujian dan Tidak Peduli pada Kecaman..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika dapat Menolong Sesama, Namun tidak Mengharap Balasan..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika mampu Berbagi Rezeki, Meskipun dalam Keadaan Terhimpit..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Rela Mengalah dan Merendahkan Ego Pribadi, Agar tidak terjadi Pertikaian/Perselingkuhan..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Tersenyum Melihat orang lain Bahagia, Walaupun kita sdg Berduka..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika hrs Melepaskan sesuatu Demi Kebaikan bersama, Sekalipun kita yg Terluka..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Dihujani Kata2 yg Menyakitkan, Tapi malah Membanjirinya dgn Doa Kebaikan..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika mampu Memaafkan, Tanpa perlu Mengingatnya lagi dgn Kebencian..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Membalas Setetes Kejahatan melalui  Selautan Kebajikan..._
*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Menerima Kenyataan bahwa Takdir, *adalah Kehendak ALLAH,* Walau terkadang di awal tdk seperti yg diinginkan..._
*🕸 Ikhlas Itu...*
_Ketika kita diberi *Cobaan, Sakit atau Kesedihan,* kita tetap sabar dan berbesar hati. Karena itu kehendakNYA._
🌹🌹 _*Ya...*_
_*Ikhlas* memang seperti *surah Al-Ikhlas...*_
_Tidak ada kata *Ikhlas* pada Ayatnya, Tidak Terlihat, Tidak Tergambarkan, Tidak Terdengar dan Tidak Terdefinisi._
_*Karena Ikhlas hanya akan Terasa di Lubuk Hati Seorang yg sangat Memahaminya...*_
_Semoga ALLAH memberi kita banyak Kemudahan,_
_Untuk Menguasai salah satu ilmu Tersulit dalam Kehidupan, yaitu *Keikhlasan...*_
🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸🌹
#Semoga bermanfaat...