Jumat, 18 Desember 2020

4 macam komponen ini bisa menjadi penyebab hasil fotocopy kotor

ada bekas kotor toner, entah melintang,bercak atau bergaris

kita perlu untuk melakukan pengecekan pada area drum unit

1. Primary charging
primary yang ada diatas drum ini, maaf ini hanya di mesin besar ya, kalau mesin kecil tidak menggunkanya, penyebab paling sering adalah wirenya kotor, hasil kotor yang nampak pada kertas umumnya bergaris entah horizontal atau vertikal, cukup bersihkan saja wirenya dengan alkhohol atau tiner yang paling mudah didapat.

2. Cleaning Blade


cleaning blade ini ibarat cleaning service yang kerjanya bersih - bersih setelah pekerjaan selesai, blade inilah yang membersihkan permukaan drum ketika proses pencetakan telah selesai, ingat bahwa drum menarik toner agar menempel dipermukaannya , jadi pasti akan tersisa sisa-sisa toner hasil pekerjaanya, kebersihan permukaan drum dijaga oleh adanya cleaning blade ini, ketika cleaning sudah bocor maka ada sisi di drum yang pastinya tidak bersih, hal ini pasti akan mempengaruhi hasil pencetakan kertas,

ciri kotor yang umumnya diakibatkan oleh cleaning yang bocor ini adalah bergaris hitam tipis dan di permukaan drum masih terlihat bekas toner tipis.cara mengatasi masalah akibat blade ini bisa di balik terlebih dahulu sebagai tindakan pegiritan, jika ada yang baru tentu lebih bagus diganti saja.

3. Drum
hasil kotor yang ditimbulkan oleh drum umumnya bergaris teratur, garis tipis dan jika ada coakan di drum hasilnya akan putih, kerusakan dari drum biasanya karena toner kotor yang menggores drum dan ada faktor manusia yang kadang lupa saat melepas develope kemudian memasang kembali ternyata ada baut atau steples yang menempel di magnet developnya, akhirnya drum tergores dalam.

4. Gear feed screw


gear feed screw ini bertugas memutar gear panjang yang menarik sisa toner yang terkumpul di bawah drum, sisa toner ini adalah hasil kerja dari cleaning blade yang menyapu permukaan drum, nah sisa toner ini akan terkumpul di bawah drum, oleh feed screw akan dialirkan menuju tabung waste toner.

sering dan amat sering gear ini rompal giginya, ini berakibat pada distribusi sisa toner menjadi terhenti, ketika toner tidak mampu di buang ke waste toner lalu akan meluap memenuhi ruang di bawah drum, mau tidak mau toner itu akan berceceran tumpah kebawah dan terkadang menumpai kertas yang di cetak oleh drum.

kerusakan semacam ini biasanya ditandai dengan bercak toner seperti ditabur, efect dari jatuhknya toner dari ruang dibawah drum.

PENYEBAB DRUM CEPAT RUSAK dan CARA MERAWAT DRUM

PENYEBAB DRUM CEPAT RUSAK

  • staples yg masuk ke mesin.
  • toner yg kurang berkualitas
  • cleaning blade yang berkualitas buruk, sehingga dapat berpengaruh pada kinerja drum mesin fotocopy.
  • pemakaian copy perhari yang tinggi. Inilah yang memaksa mesin untuk bekerja melebihi batas.


CARA MERAWAT DRUM

bagaimana caranya bisa kita lihat di bawah ini:

  • Pertama, lakukan pembersihan dan penggantian wine corona. Khususnya di bagian atas maupun bagian bawahnya. Begitu juga dengan senar wire nya paling tidak satu bulan sekali. kita bisa membersihkannya dengan cairan alkohol maupun thiner dan lakukan penggantian bila kerusakannya cukup parah.
  • Kedua, saat membersihkan drum fotocopy, kita bisa menggunakan brasso dan cairan sejenisnya hingga kering secara merata. Kemudian, setelah kering pasang kembali drum tersebut dengan benar.
  • Ketiga, ketika melepas bagian developing sebaiknya jangan diletakkan di lantai langsung dan steril dari benda besi kecil seperti staples. Ini dikarenakan developing di bagian roll magnetic bisa menarik besi kecil tersebut dan jika terbawa dapat menggores permukaan drum fotocopy.
  • Cara membersihkan drum fotocopy keempat adalah menggunakan cleaning blade atau karet pembersih berkualitas tinggi. Hal ini karena karet bisa bersentuhan langsung dengan permukaan drum. Segeralah ganti karet tersebut bila ada kebocoran, penyebab kerusakan drum fotocopy berasal dari karet ini.
  • Kelima, kita bisa gunakan tinta maupun toner yang sesuai dengan mesin fotocopy. Sebaiknya jangan terlalu sering mengganti toner secara sembarangan. Sebab, mesin fotocopy dirancang khusus dan berbeda.
  • Keenam hindarilah fotocopy kertas yang terlalu tebal dari bypass. Apabila kertas terlalu tebal dapat menyentuh permukaan drum mesin fotocopy. Selain itu perhatikan juga jangan sampai ada staples yang masuk.
  • Ketujuh adalah bila menggunakan kertas bekas untuk di fotocopy, maka pasti staples tidak melekat di bendel kertas serta isolasi yang tertinggal.

Senin, 14 September 2020

KANTONG BOCOR

KANTONG BOCOR

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب 

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
 kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
 kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain. 

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :

Keganjilan-keganjilan kaum muslimin umumnya :

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
 ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana, 
 bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
 ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model.  
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca. 
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .

Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.

Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

 اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.

Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

يارب من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب

Ya Robb... Siapa yg mau menshare tulisan ini berilah rizki dari arah yg tidak disangka-sangka..

Senin, 01 Juni 2020

SANG SUAMI DAN KERIDHOANNYA

*SANG SUAMI DAN KERIDHOANNYA*

Oleh _*KH Maimun Zubair.*_

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya. Ini ringkasannya

Ibu : _"Mbah Mun, saya sudah ga kuat dengan suami saya. Saya mau cerai saja."_

Kyai : _"Emangnya kenapa bu?"_

Ibu : _"Ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak-anak. Nanti gimana anak-anak saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah capek-capek, dia santai aja di rumah."_

Kyai : _"Oooh gitu, cuma itu aja?"_

Ibu : _"Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yang paling utama."_

Kyai : _"Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?"_

Ibu : _"Boleh Mbah Mun"._

Kyai : _"Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik. Nah, itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas."_

Ibu : _"Mmm... terus apa hubungannya sama suami saya?"_

Kyai : _"Ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai."_

Ibu : _"Saya ga berharap lebih koq Mbah Mun. Saya cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik."_

Kyai : _"Iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar."_

Ibu : _"Mmmmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?"_

Kyai : _"Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa-dosa ibu di neraka. Saat ibu dapat ridho dari suami, maka semua dosa-dosa ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu. Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dengan maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami._ _Dalam sebuah hadits shohih disebutkan *'Ayyumam roatin maatat wa zaujuha 'anha roodhin dakholatil jannah'.* Yang artinya *'Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga'*._ _Selebihnya, itu cuma fungsi-fungsi sekunder dari suami. Kejar dulu yang utama ini. Suami ga kerja ya ga apa-apa, yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka._ _Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa-dosa ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali. Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau memang ibu yang cari nafkah ya ga apa-apa. Semua harta yang ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim."_

Ibu : _"Koq bisa lebih mulia dari anak yatim?"_

Kyai : _"Ya karena anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yang hukumnya sunnah. Sementara suami, sudah terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu._ _Silahkan dibagi sedekah untuk orang lain dengan sedekah untuk keluarga, tapi yang untuk keluarga, itu yang lebih utama."_

Ibu : _"Tapi, kalau suami zalim bagamana? Bahkan KDRT ke keluarga?"_

Kyai : _"Ya ga apa-apa juga. Tetap dipertahankan. Karena semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya._ _Sementara Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami."_ _Pernah dengar istri Fir'aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir'aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir'aun bahkan tega membunuh bayi-bayi._ _Ke istrinya Asiyah, Fir'aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an._ _Dia tidak meminta Fir'aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya *'Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim."*_ (66:11)

Ibu : _"Ya Allah Mbah Mun, terima kasih atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?"_

Kyai : _"Ibu mau ikuti saran dari saya?"_

Ibu : _"Apa itu Mbah Mun..?"_

Kyai : _"Lakukan ini selama 7 hari saja. Setiap malam, Tanyakan ke suami, 'Abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?'_ _Kalau dia jawab 95%, jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun, sampai dia mau jawab 100%._ _Baru setelah dia jawab 'iya, aku ridho sama kamu 100%', nah silahkan tidur._ _Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan."_

Ibu : _"Baik Mbah Mun."_

Kyai : _"Semoga Allah memuliakan ibu dan suami ibu."_

Ibu : _"Aaaamiin ya Rabb. Terima kasih Mbah Mun."_


*SELANG 5 HARI BERLALU, IBU ITU DATANG KEMBALI MENGHADAP KYAI*

Ibu : _"Mbah Mun, ya Allah, terima kasih banyak. Saya ga tahu mau ngomong apa sama Mbah Mun. Terima kasih sudah merubah hidup saya. Hanya Allah yang bisa memuliakan Mbah Mun dan keluarga."_

Kyai : _"Alhamdulillah. Gimana, saran saya sudah dijalankan?"_

Ibu : _"Iya Mbah Mun, dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan. Walau pun belum dapat, saya sudah cukup bahagia Mbah Mun, dia mau bantuin saya nganter ke mana-mana. Ya Allah enak banget Mbah Mun."_

Kyai : _"Alhamdulillah..."_

Ibu : _"Saya mau terus lakukan saran Mbah Mun, ga cuma 7 hari, tapi mau saya lakukan selama-lamanya boleh Mbah Mun...?"_

Kyai : _"Buoleh banget. Lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah."_

Ibu : _"Huhuhu... makasiiiiih Mbah Mun..."_

Kyai : _"Sama-sama."_

_________

_Silakan share kepada kawan-kawan Muslim/mah. Semoga tercapai keluarga *sakinah, mawaddah, rahmah.*_

_*Catatan*_:

KH. Maimun Zubair
(yang sering dipanggil Mbah Mun). Ulama besar dan Tokoh NU dari Jawa Tengah, sudah meninggal dunia di Mekah pada saat melaksanakan ibadah haji tahun 2019.

Selasa, 26 November 2019

Parenting

Nerusin ini, kok apik. Sayang ndak tau siapa yg nulis.

Saya diundang ke acara seminar pola-asuh (parenting) di sebuah Sekolah Dasar. Temanya 'Mendidik Siswa Milenial'. Acaranya jam 9, tapi saya datang terlambat, jam 10 lebih. Saya masuk dari belakang dan duduk di bangku paling belakang, agar tidak mengganggu acara. 

Saya menyimak sebentar dan saya langsung tertarik. Pembicaranya seorang wanita, seorang doktor psikologi. Cara membawakannya santai, bahasanya ringan, dibumbui humor dan kisah lucu. Contoh yang diangkat dari peristiwa sehari-hari; kadang dari keluarganya sendiri, anak-anaknya, kadang dari tingkah polah anak didiknya, mahasiswanya.

Saya sangat suka saat ia menunjukkan sebuah tabel yang memetakan: kelompok usia anak, perkembangan mental di kelompok usia tertentu, siapa yang berperan, dan apa yang terjadi jika pendidikan berhasil. 

Di tahap usia 0-3 tahun, anak belajar tentang rasa percaya vs rasa curiga, yang paling berperan dalam kelompok usia ini adalah Ibu, jika pendidikan berhasil, tahap ini menghasilkan rasa optimis.

Usia 3-5 tahun, anak belajar mandiri vs ragu-ragu, yang paling berperan adalah Ayah dan Ibu, hasil pendidikan di tahap ini adalah kontrol diri dan motivasi.

Usia 5-7 tahun; anak belajar insiatif vs rasa bersalah; yang berperan Ayah, Ibu, saudara; hasilnya perilaku yang mudah diarahkan.

Usia 7-12 tahun; anak belajar motivasi kuat vs rendah diri; yang berperan Ayah, Ibu, Guru, teman; hasilnya pandai mengelola konflik.

Usia 13-19 tahun; anak belajar identitas diri vs kabur; yang berperan orang dewasa dan sahabat; hasilnya setia, rasa sosial tinggi, stabil, tidak mudah terpengaruh.

Usia 20-30 tahun; anak belajar keakraban vs isolasi; yang berperan pasangan hidup; hasilnya cinta keluarga.

Menarik, bukan?

"Maaf, bukannya saya menganggap peran guru sama sekali tidak ada. Saya juga guru," ujar sang psikolog meneruskan paparannya. "Tapi fungsi orangtua, terutama Ayah, tak tergantikan, bahkan oleh seribu guru sekalipun."

Hmm. Orangtua, terutama Ayah, tak tergantikan seribu guru.

"Orangtua harus mau berkorban, mengasuh dan menjaga sepenuhnya hingga anak umur 12 tahun, hingga SD," imbuhnya dengan bersemangat. 

Okay.

"Karena setelah itu peran teman dan guru mulai membesar..."

Menarik.

"Jadi kalau ada anak SMP atau SMA nakal atau berulah, jangan cuman panggil orangtuanya, percuma," ujar sang psikolog mantap. "Panggil siapa?" 
Dan kami menjawab serentak, "Temannya..."
"Bener!" Sang psikolog manthuk. "Panggil temannya, sahabatnya, ajak mereka bicara untuk membantu..."

Hmm...

"Kalo mahasiswa saya ada yang bermasalah, malas kuliah misalnya," ujar sang psikolog. "Saya ndak mungkin panggil orangtuanya, siapa saya panggil...?"
Dan kami pun ber-koor, "Pacarnya!"
"Bener!" Sang psikolog menganggukkan kepala dengan mantap. 

Saya terus menyimak. 

Benar apa yang dipaparkan si pembicara, lingkungan yang berperan dalam pertumbuhan mental seorang anak berubah dari waktu ke waktu, sesuai tahapan usia. Awalnya orangtua, lalu keluarga, lalu guru, teman, dan terakhir pasangan hidup.

"Hampir semua anak selalu ngefans sama papanya." Si pembicara meneruskan paparannya.
"Mereka sangat kecewa saat papanya gagal memenuhi tiga kriteria utama seorang ayah. Apa saja itu?," tanya nya dengan nada memancing.

Apa, ya? Saya ndak tahu. Naga-naganya topik ini sudah dibahas sebelum saya datang.. 

Seorang guru mengacungkan jari.
"Ya, apa saja, Pak?" Si pembicara menuding si bapak guru yang kini berdiri.
"Mencari nafkah," jawab si bapak guru.
"Bener, mencari nafkah."
"Mendidik karakter..."
"Ya, bener, dan yang ke-tiga?"

"Umm..." Si bapak guru tidak segera menjawab. 
Lho, kok ragu?

"Mencintai istrinya..."

Oalah. 

Saya tersenyum. Mencari nafkah, mendidik karakter anak, mencintai istri; tiga kriteria utama seorang ayah, seorang suami. Adakah yang belum kita penuhi?

Saya banyak belajar hari ini.

"Dan yang terpenting dilakukan bukan 'quality time', tapi 'quantity'. Bukan kualitas tapi kuantitas..."

Maksudnya?

"Lha ndak mungkin tiap kali punya 'quality time'," imbuh si pembicara. "Mosok kita mau bilang gini sama anak, 'Ayo, cepet-cepet, kamu mau ngomong apa sama mama, curhat apa? Ayo cepet, ini mama sejam lagi ada seminar. Cepet, cepet, kita quality time'..."

HªHŪHÁª, kami ngakak. 'Quality time' tidak bisa dipaksa, disusu-susu, harus terjadi secara spontan, misterius, dan itu butuh waktu. 

Kuantitas.

"Sama suami atau istri juga begitu. Mosok mau bilang, 'Ayo, Mah, kita quality time, yuk. Ngomong apa ya, enaknya?'..."
HªHŪHÁª, kalau diskenario atau dipaksakan, malah garing, mati gaya.

Bubar.

"Saat kita bisa ngomong, guyon, cerita hal-hal yang lucu, ndak mutu, ndak berkualitas, terus kita bisa tertawa bareng, ngakak bareng, itulah quality time, itulah kualitas," tandas sang psikolog.

Bener.

Saat omongan kita, diri kita tampil rak mutu, 'quality time' tercipta. Karena saat 'rak mutu' itulah kita tampil sebagai pribadi yang seutuhnya, tulus, ikhlas, apa adanya, tanpa tedeng aling-aling. 

Itulah kualitas terbaik kita sebagai manusia.

Saya tersenyum. Saya jadi kangen mendengar Istri yang hampir tiap bangun pagi selalu bercerita tentang mimpinya yang rak mutu.

Agustus 2019

Minggu, 30 Desember 2018

THE POWER OF MIND SET

THE POWER OF MIND SET
Seorang murid bertanya pada gurunya,
"Guru, kenapa ya hidup ini selalu banyak masalah?"
Guru : Bukan hidup yang banyak masalah tapi pikiranmulah yang bermasalah. Kamu selalu berprasangka buruk pada apa saja dan siapa saja, itulah sebenarnya akar masalahnya.
Murid : Tapi faktanya aku selalu mendapat masalah dalam hidupku.
Guru : Ya itu karena pikiranmu bermasalah. Setiap kejadian dalam hidup itu sifatnya netral, pikiran kamulah yang menilai itu bermasalah atau menguntungkan.
Murid : Maksudnya?
Guru : Misalnya apakah hujan itu bermasalah atau malah menguntungkan.
Murid : Bagiku bermasalah, karena kalau aku naik motor dan lupa bawa jas hujan pasti basah kuyup.
Guru : Lantas kalau hujan bagi tukang baso dan tukang payung apakah itu bermasalah?
Murid : Tentu saja tidak, bagi mereka malah menguntungkan.
Guru : Yang jadi masalah hujannya atau orangnya?
---
Ingatlah selalu ketika kita berprasangka baik maka hal-hal baiklah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita.
Dan ketika kita selalu berprasangka buruk maka hal-hal buruklah yang akan selalu kita jumpai setiap hari.
Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita.
Karena kita dan pikiran kita sendirilah penyebabnya.
Bisa jadi ketika kamu membaca tulisan ini dapat membantu kamu untuk memperbaiki cara berpikirmu, agar hidupmu tidak selalu dirundung masalah.
Jadi mari kita ubah cara berpikir kita saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan. 
Nah sekarang mari kita cek cara berpikir kita masing-masing yang tercermin dari komentar-komentar kita setiap hari :
1. Melihat rekan kerjanya naik jabatan
Orang + : Saya akan belajar dari dia.
Orang - : Pasti dia pinter banget cari muka.
2. Melihat orang pergi liburan ke luar negeri
Orang + : Semoga kelak aku bisa seperti dia.
Orang - : Photonya paling cuma buat pamer-pamer doang.
3. Membaca status di WA/FB.
Orang + : Terima kasih infonya, izin share ya.
Orang - : Ah basi saya sudah pernah baca kok.
4. Membaca status humor di WA/FB.
Orang + : Terima kasih telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini.
Orang - : Garing! Gak lucu!
5.  Turun hujan.
Orang + : Syukur udaranya jadi sejuk.
Orang - : Kalo pas lagi perlu malah hujan. Sial!
6.  Dapat gaji.
Orang + : Syukur bisa buat bayar kebutuhan.
Orang - : Percuma gajian juga gak cukup buat bayar kebutuhan.
7. Melihat orang berpakaian sederhana.
Orang + : Duh dia sederhana sekali ya meskipun pejabat.
Orang - : Pejabat tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih.
8. Punya motor.
Orang + : Syukur punya motor, enaknya naik motor itu bisa nyelip-nyelip menghindari kemacetan.
Orang - : Begini deh kalo naik motor, kalo pas hujan basah kuyup gak kayak orang yang punya mobil.
9. Membaca postingan ini.
Orang + : Terima kasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain.
Orang - : Gak mau baca! Karena dianggap menyindir dan menyinggung atau terlalu kasar.
Tipe yang manakah kita? 
Itulah yang akan menentukan nasib kita.
Mau mengubah nasib?
Jadilah manusia yang selalu berpikir positif.
Berpikir positif adalah...
Manusia yang memilih hidup bersama Allah.
*INGAT KEKUATAN PIKIRAN SANGAT MENENTUKAN JALAN HIDUPMU*

Minggu, 16 September 2018

bila hari ini belum

👩🏻‍⚕ *BILA HARI INI*🕌
1 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Kebahagiaan pada Sesama, usahakan Hari Ini Tidak Menyakiti Orang lain.

2 . Bila Hari Ini Belum dapat Melakukan Amal Sholeh, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Dosa.
3 . Bila Hari Ini Belum dapat Berakhlak Mulia, usahakan Hari Ini Tidak Menyimpan Hati Buruk pada Sesama.
4 . Bila Hari Ini Belum dapat Menghargai Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Memberi nilai Berlebih pada Diri Sendiri.
5 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Manfaat, usahakan Hari Ini Tidak Memberi Mudharat bagi Sesama.
6 . Bila Hari Ini Belum dapat Menciptakan Suasana yang Menyenangkan bagi Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Kemarahan dan Kebencian pada Sesama.
7 . Bila Hari Ini Belum dapat Mengingat Kebaikan Orang, usahakan Hari Ini dapat Melupakan Keburukan Orang lain.
8 . Bila Hari Ini Belum dapat Beramal dengan Ikhlas, usahakan Hari Ini dapat Membebaskan Diri dari Pujian Org lain.
*_Makna dari Kehidupan Bukan Terletak pada seberapa Bernilainya Diri Kita, Tetapi seberapa Besar Bermanfaatnya Kita bagi Orang lain._*
*_Jika Keberadaan Kita dapat Menjadi Berkah bagi Banyak Orang, barulah Kita Benar- Benar Bernilai._*