Sabtu, 10 Juni 2017

Jangan bersandar pada amalan yg telah kita lakukan

​<b>&quot;JANGAN PERNAH BERSANDAR PADA AMAL&quot;​</b>

Ada 4 orang pria berbicara tentang amal ibadah mereka &amp; kesuksesan yang didapat.

​<b>Pria 1 :​</b>
Alhamdulillah, sejak sering shalat Dhuha rezeki menjadi lancar. Bisnis sukses sebentar lagi anak saya lulus SMA rencananya akan sekolah ke luar negeri._

​<b>Pria 2 :​</b>
Bukan main, hebat sekali, sejak naik Haji/Umrah Ibadahku semakin rajin, Alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya milyaran, aset bertambah, orang tua sangat bangga, berkat do'a saya.

​<b>Pria 3 :​</b>
Masha Allah sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah diluar negeri dan jadi staff khusus menteri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik ke arah pria ke-4 sejak tadi hanya terdiam. Salah satu bertanya kepada pria ke 4.
&quot;...Bagaimana dirimu? Kawan mengapa diam saja...?"

​<b>Pria 4 :​</b>
Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan diterima oleh Allah Ta'ala atau tidak.

Saya tahu ibadah diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti.
Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

Jangan bersandar pada amal. Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta'ala.

​<i>Orang yang melakukan amal Ibadah tidak tahu apakah Amalnya diterima atau tidak​</i>
​<i>Mereka tidak tahu betapa besar dosanya dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak​</i>

Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan senantiasa mengucapkan istighfar karena Allah Maha Tau/Mengerti, Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah :
Sungguh Amal seseorang tidak akan memasukannya ke dalam Surga.
Mereka bertanya :
&quot;Tidak pula engkau ya Rasulullah?.&quot; Beliau menjawab : &quot;Tidak pula saya, hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmatNYA. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah).&quot; (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara RahmatNya adalah Dia memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepadaNya.

Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan Merendahkan diri kepadaNya. Tidak layak seorang hamba bersandar kepada amalnya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah.

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Kitalah yang butuh kepada-Nya.

Wallahu a'lam bish shawwab...

Subhanallah...
Astaghfirullah...
Astaghfirullahal adzhiim...
Ampunilah kami yaa Allah jika di hati kami masih ada rasa bangga diri terhadap amal-amal kami...

Aamiin...

Semoga Bermanfaat

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

Sayangi ibu selagi masih ada kesempatan

​<b>MUTIARA YANG DIBUANG ........​</b>

Sepasang suami isteri yg kaya raya masuk rumah mewah yg megah, mereka mendapati ruang makan yg kotor dan tercium bau pesing. Sementara di sudut meja makan nampak ibu tua sedang berusaha keras utk bisa membersihkan.

Sang suami marah dan geram, dgn suara keras membentak ibu tua itu: &quot;Ini pasti ulah ibu, kan? Ibu ngompol di lantai ya? Lihat tuh, meja kotor dgn makanan yg tercecer, lantai juga. Waduuh, ibu.., ibu!! Ini rumah atau gudang?&quot;

Si isteri meredakan amarah sang suami: &quot;Sudahlah pak, jgn bentak ibu spt itu, kasian, ibu kan sudah tua..&quot;
Suami: &quot;Tdk bisa begini terus-menerus. Kalau tiba2 ada tamu yg datang, apa  jadinya? Sebaiknya esok kita bawa ibu ke panti jompo saja. Saya yg akan bawa!&quot;
Istri: &quot;Jgn pak! Itu kan ibumu, masak dibawa ke panti jompo pak?&quot;

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo, si suami membenahi kamar ibunya. Di bawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dgn kertas yg agak kuning kusam. Dia tertarik krn koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku: &quot;Putraku, buah hatiku&quot;.

Dia duduk lesu dan mulai membaca tulisan ibunya itu. Diawali dari hari dan tgl lahirnya. &quot;Aku melahirkan putra, biarpun terasa sakit dan mandi darah, aku bangga, bisa punya anak. Ya, aku bangga bisa berjuang tanpa suami yg mendahuluiku. Aku rawat dgn cinta, aku besarkan dgn kasih, aku sekolahkan dgn airmata, aku hidupi dia dgn cucuran keringat..

Kuingat, ketika kubawa ke klinik utk imunisasi, di atas angkot dia menangis, lalu kubuka kancing blus dan menyusui dia, aku tak malu, bahkan tiba2 dia kencingi aku, biarlah. Dan tiba2 dia batuk kecil, muntah dan basahi rokku. Hari itu terasa indah bagiku, biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya, aku tersenyum bangga sekali. Kejadian itu terulang beberapa kali. Aku tak peduli apa kata org di atas angkot, asalkan putraku bertumbuh sehat. Itu yg utama bagiku.&quot;

Sambil membaca, airmata sang suami mulai meleleh turun, hatinya terasa perih, dadanya sesak.. Tiba2 dia berteriak keras, meraung, &quot;Ibuuu.., ibuu..!!&quot; Sambil berdiri, dia setengah berlari ke garasi..

Isterinya kaget melihat ulah suaminya dan bertanya : &quot;Kenapa pak, ada apa?&quot;
Terisak dia menjawab: &quot;Aku hrs bawa kembali ibuku..&quot;

Tiba2 telpon berdering, diterima isterinya, lalu.., &quot;Mohon ibu dan bapak segera datang di panti sekarang ya!&quot;

Mereka buru2 ke panti, saat masuk, tampak tubuh tua ibu sedang diperiksa dokter.
Si suami berteriak histeris sambil menangis, &quot;Ibuu..!&quot; Ibunya lemah, ia berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik sendu, &quot;Anakku.., ibu bangga punya kamu, seluruh cinta kasih hanya buat kamu, nak.., maafkan ibu, i..ibu sa..yang..padamu!&quot; Sang ibupun menutup mata..

Anaknya meraung keras menangis, &quot;Ibuu..., ibuu..., aku minta ampun buu..., aku durhaka sama ibuu..., ampun...ampuni aku bu. Ibuu..., jgn tinggalkan aku bu... Anak macam apa aku ini, ampuni aku buu...&quot;

Sdrku, masih adakah ibu dan ayah di sisimu? Syukurilah! Sesungguhnya makna apa yg terbersit dari kisah ini..? 

Ingatlah selalu Sdrku:
~ Kegeraman mengantar kita &quot;memeluk dosa&quot;.
~ Tindakan bodoh, membuat kita &quot;merangkul durhaka&quot;.
~ Sikap ego, mendorong kita &quot;mendekap nista&quot;.
~ Penyesalan yg terlambat, menarik kita &quot;bergelimang kepedihan&quot;.

Berpikirlah arif, bertindaklah bijak, berucapkanlah kasih, hiduplah penuh hikmat. 

SALAM RENDAH HATI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

Rabu, 07 Juni 2017

Sungguh beruntung diriku

​<b>Mohon utk dishare tulisan yg bagus ini​</b>
( dari ibu Quraish shihab )

​<b>&quot;Keberuntungan&quot;​</b> kadang memainkan perannya dalam kehidupa n manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal.
Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi ​<b>keterlambatanmu​</b> dari suatu perjalanan adalah ​<b>keselamatanmu​</b>

Boleh jadi ​<b>tertundanya pernikahanmu​</b> adalah suatu ​<b>keberkahan​</b>

Boleh jadi ​<b>dipecatnya​</b> engkau dari pekerjaan adalah suatu ​<b>maslahat​</b>

Boleh jadi sampai sekarang engkau ​<b>belum dikarunia anak​</b> itu adalah ​<b>kebaikan dalam hidupmu​</b>.

Boleh jadi engkau ​<b>membenci sesuatu​</b> tapi ternyata itu ​<b>baik untukmu​</b>, karena ​<b>Allah Maha Mengetahui​</b> Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, ​<b>jangan engkau merasa gundah​</b> terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena ​<b>semuanya sudah atas izin Allah​</b>

Jangan ​<b>banyak mengeluh​</b> karena hanya akan ​<b>menambah kegelisahan​</b>.

​<b>Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah​</b>, itu yang akan ​<b>mendatangkan kebahagiaan.​</b>
​<b>Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah​</b>, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

​<b>Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.​</b>

​<b>Alhamdulillah,​</b> ​<b>Alhamdulillah,​</b> ​<b>Alhamdulillah,​</b> ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

​<b>Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.​</b>

​<b>Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.​</b>

​<b>Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.​</b>

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, ​<b>singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.​</b> Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

​<b>Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.​</b>

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu ​<b>tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri​</b>, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan ​<b>bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu​</b> akan tetapi banyaknya ​<b>cinta dan manfaat​</b> yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu ​<b>kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan​</b>

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa ​<b>rumus kegagalan adalah sikap &quot;asal semua orang &quot;​</b>

​<b>Teman itu seperti anak tangga​</b>, boleh jadi ia ​<b>membawamu ke atas​</b> atau ternyata sebaliknya ​<b>membawamu ke bawah​</b>, maka ​<b>hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.​</b>

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

​<b>Berlapang dadalah​</b>, ​<b>maafkanlah​</b>, dan ​<b>serahkan urusan manusia kepada Tuhan​</b>, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya ​<b>akan berpulang kepadaNya.​</b>

​<b>Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun​</b>. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.

​<b>Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.​</b>

​<b>Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi​</b>.

​<b>Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.​</b>

​<b>Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.​</b>
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

Jumat, 02 Juni 2017

Fenomena KFC

<i>Zid Notes,​</i>
​<i>Sabtu, 20 Mei 2017​</i> ​<b>Meneladani Kehebatan KFC​</b> Suatu hari Saya makan di KFC cabang Sentul Bogor. Pada sebuah area dinding KFC, sebuah poster wallpaper besar terpampang dengan tulisan : ​<i>&quot;More than 12 million people enjoy the colonels freshly cooked chicken every single day&quot;​</i> Lebih dari ​<b>12 juta orang​</b> menikmati ayam KFC setiap harinya. Begitu kira-kira terjemahannnya. Heheheh... Otak Saya langsung berputar kencang, ​<b>12 juta orang bawa 5$​</b> kurang lebih ke KFC, angkanya sudah ​<b>60 juta dollar​</b>, sudah mencapai 780M sendiri. Jika di rata-rata dengan outlet di luar negeri, tentu per orang bisa lebih dari 10$. Angkanya bisa lebih dari 1 tiriliun rupiah per hari. Ada sebuah brand dunia yang bisa jualan ayam goreng senilai 1 T rupiah lebih per hari. Dahsyat dot com. Sebagai seseorang yang hobi mengajarkan keuangan dan akuntansi untuk UKM, Saya juga senang mengoleksi laporan keuangan terbuka beberapa perusahaan besar di Indonesia. KFC Indonesia berada dalam kendali PT Fast Food Indonesia Tbk. Silakan saja Anda search laporan keuangan KFC 2016. Anda akan banyak belajar bagaimana kehebatan brand ini. Secara berturut-turut, sejak tahun 2012 sampai 2016, KFC mencapai penjualan senilai 3,5 T - 3,9 T - 4,2 T - 4,4 T dan 4,8 T. Jadi, tahun lalu dari ​<b>1 januari 2016 sd 31 desember 2016​</b>, KFC mencapai ​<b>sales sebesar 4,8T​</b>. Dengan ​<b>laba bruto senilai 3 T​</b>. Dahsyat pisan. Pada artikel bisnis dot com 25 januari 2016, total outlet KFC telah mencapai ​<b>540 outlet di seluruh Indonesia​</b>. Hampir merata tertabur diseluruh Indonesia. Saking besarnya penjualan KFC, pada laporan keuangan terbukanya untuk tahun 2015, PT Fast Food Indonesia telah membayar jasa waralaba sebesar ​<b>305 M ke KFC pusat​</b>. Dahsyat again. ***** Angka-angka diatas tentu menunjukkan ​<b>kekokohan organisasi dan bisnis​</b>. Setidaknya ada beberapa poin yang dapat kita teladani dari hebatnya KFC ​<b>1. KFC memiliki keunggulan yang jelas.​</b> Banyak bisnis yang tidak jelas titik kekuatannya. KFC sangat tegas valuenya sedari awal : Fast Food, kami ahlinya ​<b>CEPAT SAJI​</b>. ​<i>Jika Anda mau makan cepat, maka silakan di KFC.​</i> Bahkan value ini dipilih menjadi nama perusahaan yang mendapatkan hak atas KFC Indonesia, namanya ​<b>PT Fast Food Indonesia​</b>. Bener-bener tegas. Padahal kan fast food banyak lho, tapi KFC Indonesia berhasil ambil nama ini.  ​<b>2. KFC berhasil melakukan standardisasi kualitas berdasar area.​</b> Selain berhasil membangun value sebagai makanan cepat saji, KFC juga berhasil melakukan standardisasi rasa dan karakter menu per region.  Setidaknya Saya pernah merasakan KFC di 3 negara : Indonesia, Saudi Arabia dan Australia. Ternyata ketiganya memiliki nilai rasa yang berbeda. Di Indonesia, KFC selalu menyediakan nasi. Tetapi di Saudi, KFC memakai roti. Di Melbourne, KFC berfokus pada kentang. Hahahaha.. macem-macem juga rasanya. Nampak KFC menyesuaikan menu nya dengan lidah masing-masing penduduk. ​<b>3. KFC berhasil membangun kanal distribusi.​</b> Saya sudah menyinggungnya diatas, jika jumlah kota dan kabupaten di Indonesia berada diaekitar 400an titik, maka, jumlah outlet KFC sudah setara dengan jumlah kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Mungkin hari ini sudah hampir 600 outlet. Hanya nebak. Dalam sebuah artikel, Saya bahkan menemukan informasi bahwa KFC akan membuka ​<b>KFC Box​</b>, dimana KFC akan memperkecil outletnya, dengan menyedikitkan meja untuk dine in, dan berfokus ​<b>memperkuat kanal delivery​</b> atau pesan antar. Tentu penjualan dan daya jangkaunya akan lebih sadis. Maka nampaknya, KFC akan hadir di setiap kecamatan yang ada di negeri ini. Ini namanya penguasaan kanal. 4,8T tidaklah mungkin dicapai dengan kanal yang lemah. Silakan direnungi. Ndak lama lagi bisa 10T per tahun. Hehehehe... ​<b>4. KFC berhasil melakukan inovasi.​</b> Jika kita menyimak KFC, outlet KFC selalu berinovasi, baik dalam sajian menu, bentuk outlet, hingga berbagai layanan yang ada. Beberapa titik KFC sudah beroperasi ​<b>selama 24 jam​</b>. Setiap pagi bahkan menyediakan menu sarapan. KFC juga membangun ​<b>cafe​</b>, dimana kopi dan donat menjadi sajian utama. KFC pun telah memancang unit KFC catering untuk acara-acara seperti ​<b>arisan dan ulang tahun​</b> di rumah-rumah Anda. Semua layanan digarap sama KFC. Belum lagi penjualan CD, dimana mungkin KFC adalah kanal ​<b>penjualan CD music​</b> terbesar. ​<b>5. KFC berhasil meluaskan segmen pasar.​</b> Awalnya KFC menyasar segmen keluarga, namun jika kita melihat promo-promo KFC hari ini, sangat jelas kita melihat visual anak muda sebagai target baru KFC. Market baru anak muda yang menyeruak ini berhasil digarap oleh KFC. Luar biasa. ***** Sahabat, semoga kita bisa belajar dari kebaikan KFC. Semoga KFC berjaya dan terus bertumbuh di Indonesia. Mari kita berjuang untuk ​<b>meneladani dan mencontoh​</b> apa-apa yang baik dari KFC. Hatur nuhun... terima kasih telah membaca... semoga bergetar... hahahahaha... ​<b>Rendy Saputra​</b> Penikmat Ayam Goreng Silakan ajak sahabat Anda untuk berlangganan tulisan Kang Rendy dengan mengirimkan nama dan domisili via WA ke 081288407094.

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

Great by choice 3

​<i>Zid Notes​</i>
​<i>Selasa, 23 Mei 2017​</i>

​<b>20 MILE MARCH​</b>

Tulisan ini adalah serial terakhir dari pembahasan Buku ​<i>Great by Choice​</i> yang ditulis oleh ​<b>Jim Collins dan Morten Hansen​</b>. Setelah Saya membahas tentang ​<i>Productive Paranoia​</i>, lalu ​<i>Empirical Creativity​</i>, kali ini Saya akan membahas tentang prinsip dari perilaku yang ketiga, yaitu : ​<b>Fanatic Dicipline.​</b>

Dalam ​<i>Fanatic Dicipline,​</i> Collins dan Hansen membangun sebuab prinsip ​<i>20 Mile March​</i>. Collins dan Hansen membangun sebuah permisalan sederhana. ​<b>1000 mile akan dapat ditempuh dalam 50 hari​</b>, selama Anda komitmen berjalan 20 Mile per hari dalam keadaan cuaca yanh cerah atau hujan.

March dalam bahasa Indonesia diartikan dengan ​<i>&quot;a procession of people walking together&quot;.​</i> Dalam istilah lain didefinisikan dengan artian ​<i>&quot;walking in reguler steps&quot;​</i>. Artinya... march berarti melangkah dalam langkah ​<b>yang seragam, namun konsisten.​</b>

Perilaku fanatic dicipline ini ditemukan di 7 perusahaan yang memang diteliti oleh Collins dan Hansen. Penelitian mereka menemukan bahwa perusahaan 10x companies, telah menempuh ​<b>kerja harian yang terus menerus konsisten​</b> apapun keadaannya.

Didalam Buku Great by Choice, Collins dan Hansen menceritakan tentang ​<i>Southwest Airline.​</i>

Ditengah kondisi dunia penerbangan yang kacau dalam rentang 1997 sd 2002, Southwest Airline malah berhasil membukukan nilai saham yang berlipat. ​<b>Jika Anda memasukkan 10.000$ di 31 Deseember 1972, maka nilai saham Anda akan bernilai 12 juta $ di akhir 2002.​</b>

Situasinya padahal kacau, ada perunndangan yang tidak mendukung dunia penerbangan, ada meningginya harga bahan bakar, bahkan isu terorisme. Tetapi ​<b>Southwest Airline tetap melangkah dalam profit konsisten dalam 30 tahun.​</b>

Kuncinya ada pada ​<i>fanatic dicipline​</i>. Disiplin yang radikal dan ​<b>tidak memberikan ruang pada alasan apapun.​</b>

*****

Fanatic Disiplin ini sebenarnya sangat terkait dengan salah satu kaidah di Grounded Business Technique. Coach Fahmi selalu mengajarkan ​<i>&quot;Faktor Tunggal Kesuksesan&quot;.​</i>

​<b>&quot;Para Business Leader harus meyakini, bahwa faktor yang membuat dirinya sukses adalah dirinya sendiri, jangan bergantung pada keadaan.&quot;​</b> - Coach Fahmi

​<b>Kaidah Grounded​</b> selalu mengajarkan bahwa keyakinan para business leader haruslah tidak bergantung pada keadaan yang berada diluar kendalinya, 

​<i>Tidak bergantung​</i> pada cuaca...
​<i>Tidak bergantung​</i> pada regulasi..
​<i>Tidak bergantung​</i> pada kompetitor....

Semua bergantung pada sikap dan respon diri sendiri. Semua bergantung pada sikap dan kerja organisasi.

- karyawan resign, baiklah... bangun sistem rekrutmen yang rapi dan lebih produktif dari angka jumlah karyawan yang resign.

- cuaca buruk, baiklah... jualan harus tetap jalan.. pindahkan dari outdoor ke indoor.

- regulasi tidak mendukung, baiklah... mana celah regulasi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak bisnis. Teruslah berfikir.

- kompetitor buka toko dekat toko kita, baiklah... bangun benefit bisnis yang kompetitif.. buat mereka menyesali keputusan mereka.

Inilah yang dimaksud dengan ​<b>RADIKAL DISIPLIN.​</b> Anda harus ​<i>terus berjalan 20 Mil per hari,​</i> gak mau tahu apakah hijan badai atau panas terik. Pokoknya 20 miles per hari.

*****

Goal Saya saat ini adalah ​<b>berjejaringnya 12.000 pegiat bisnis dari seluruh Indonesia.​</b> Saya secara pribadi harus membangun 20 mile march.

- ​<b>setiap hari menulis 1 artikel bisnis via Grup WA Zid​</b>. Mau lagi eneg atau lagi gak ada ide. Pokoknya harus nulis. Titik.

- setiap pekan harus kuliah WhatsApp minimal di 3 grup WA. Pokoknya lakukan. Selelah apapun.

Dan masih banyak lagi &quot;20 mile march&quot; yang harus kita tempuh.

Semoga bermanfaat. Semoga dapat merasakan esensinya. ​<b>Tentukan 20 mile march Anda, dan berjalanlah secara konsisten setiap hari.​</b> Hingga Anda sampai pada tujuan bisnis Anda.

​<b>Rendy Saputra​</b>
​<i>CEO KeKe Busana​</i>

_____________________________

Untuk berlangganan tulisan bisnis dari Rendy Saputra, silakan ketik nama dan domisili kirim via WA ke 081288407094

Sila Share ke sahabat WA Anda.

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

Kamis, 01 Juni 2017

EMPIRICAL CREATIVITY, great by choice 2

​<i>Zid Notes​</i>
​<i>Senin, 22 Mei 2017​</i>

​<b>EMPIRICAL CREATIVITY​</b>

Masih menyambung pembahasan kemarin tentang bagaimana ​<b>perilaku sebuah perusahaan yang membesar 10x dari perusahaan sejenis​</b> di bidang industri yang sama. Diambil dari pembahasan pada sebuah buku yang ditulis oleh ​<i>Jim Collins dan Morten Hansen : &quot;Great by Choice&quot;.​</i>

Penemuan perilaku perusahaan 10x ini diambil dari riset mendalam dari apa yang dilakukan oleh ​<i>10x companies.​</i> Collins dan Hansen kemudian menyimpulkan ​<b>3 perilaku utama para 10x companies​</b> :

1. ​<i>Fanatic Dicipline​</i> (akan kita bahas Esok)
2. ​<i>Productive Paranoia​</i> (sudah Saya tulis kemarin)
3. ​<i>Empirical Creativity​</i> (akan Saya jabarkan pada tulisan ini)

*****

Empirical Creativity secara sederhana diterjemahkan sebagai Kreativitas yang Empiris. Bahwa para 10x companies ternyata tidak asal kreatif, tidak asal inovatif, tapi benar-benar membangun kreativitas yang sangat empirik.

Agar Anda dapat memahami apa makna dari Kreativitas Empiris, berikut definisi empiris dari berbagai sumber terminologi,

Menurut ​<b>Izzatur Rusuli​</b>, 2015, Empiris adalah ​<i>suatu gagasan yang ​</i><i><b>bersifat rasional​</b></i><i> yang dibentuk oleh individu oleh pengalamannya.​</i>

Menurut ​<b>Yesmil Anwar dan Adang​</b>, 2008, Empiris dalam sejarah adalah ​<i>sejarah tersebut merupakan ​</i><i><b>kenyataan bukan mitos​</b></i><i> maupun cerita dongeng semata. Hal ini karena sejarah memiliki sumber yang valid didasarkan pada ​</i><i><b>observasi yang mendalam​</b></i><i>.​</i>

Sedangkan empiris dalam sosiologi adalah ​<i>ilmu pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat, ​</i><i><b>tidak spekulatif​</b></i><i>, dan didasarkan observasi pada kenyataan.​</i>

Dari dua pakar bahasa diatas, akhirnya kita dapat menangkap beberapa ​<b>kata kunci untuk definisi empiris​</b> :

- berdasarkan fakta
- berdasar observasi
- tidak spekulatif
- dibantuk dari pengalaman
- ilmiah

Maka, ​<i>kreativitas yang empirik adalah kreativitas yang dibangun atas akal sehat, tidak spekulatif dan sangat berbasis atas observasi.​</i> (Rendy Saputra, 2017)

*****

Arah maksud dari ​<i>Collins dan Hansen​</i> itu begini, terkadang kita sebagai leader bisnis melakukan berbagai inovasi ini itu. Yang ada malah ​<b>menghabiskan uang​</b> dan ​<b>tidak berdampak​</b> sama sekali. 

​<i>Empirical creativity​</i> menuntun para ​<b>10x companies​</b> untuk menguji terlebih dahulu kreatifitas mereka ​<b>dalam skala kecil​</b>, baru kemudian ​<b>dihajar dalam skala besar.​</b>

Collins dan Hansen menyebutnya sebagai ​<i>&quot;bullets&quot; and &quot;canonball&quot;.​</i>

Jadi tembakan dulu ​<b>peluru-peluru kecil​</b>, untuk mencoba dan bereksplorasi. Cobalah percobaan itu dalam skala ​<b>investasi yang murah​</b>. Begitu berdampak, barulah tembakkan meriam ke pasar. Boom... pasti berdampak.

*****

Saya tertarik pada apa yang dilakukan ​<b>coca cola company​</b>. Setelah cukup lelah melawan grup Sosro di Indonesia, Coca Cola Company membangun brand minutes maid : Pulpy Oranges. Minum ​<b>jus jeruk yang ada bulir nya​</b>. Ini kekuatan yang ingin dibangun oleh Pulpy.

Awalnya mereka hanya membangun kemasan ​<b>kaleng jeruk berbulir​</b>. Begitu pasar menerima dan kanal distribusinya proven, barulah mereka menghajar dengan rasa delima, mangga, dan berbagai buah-buahan lainnya. Kemasannya pun mulai berinovasi. Ada botol plastik, tidak kaleng saja.

Menurut Saya, ini yang dimaksud Collins dan Hansen dengan menembakkan peluru terlebih dahulu.

​<i>Trusmi Cirebon​</i> sebenarnya melakukan hal ini. Awalnya mereka mencoba ​<b>layanan edukasi pembatikan didalam toko​</b>. Benar-benar memanfaatkan area toko yang ada. Lama kelamaan, setelah demand nya tinggi, barulah Trusmi ​<b>berinvestasi membangun pendopo​</b> yang serius untuk pelayanan edukasi batik.

*****

Collins dan Hansens menemukan bahwa, 10x companies selalu membangun sesuatu ​<b>diatas kehati-hatian​</b>. Mereka selalu mencoba hal sederhana terlebih dahulu. ​<b>Yang murah, yang resikonya kecil, begitu berdampak, barulah inovasi itu dibesarkan skalanya.​</b>

Saya memakai pola ini dalam pembuatan film. Sebelum terjun ke layar lebar film, Saya membuat ​<b>film dokumenter terlebih dahulu​</b>. Sebuah project yang skala investasinya tidak besar, namun darisana kami belajar, apa sebenarnya dunia film itu.

Dalam event juga demikian, beberapa inovasi tentang event Saya terapkan terlebih dahulu di Temu Nasional SBDKK. Beberapa formula yang bekerja dan jalan langsung kami terapkan pada ​<b>Kopdar Saudagar Nusantara.​</b>

*****

Semoga tulisan ini bermanfaat. Anda boleh saja menerapkan kreatifitas pada bisnis Anda, namun kreatifitas tersebut haruslah ​<b>bisa diukur dan benar-benar diuji dilapangan secara empirik.​</b> Bukan bertaruh dan penuh spekulasi yang akhirnya malah membuat bisnis Anda berdarah-darah.

Demikian, semoga bermanfaat.

​<b>Rendy Saputra​</b>
​<i>CEO KeKe Busana​</i>

Ajak sahabat Anda untuk berlangganan tulisan Saya via Grup Zid Club. ​<b>Kirim nama dan domisili via WA ke 081288407094.​</b>

Silakan di copaste ke grup-grup WA jejaring Anda. ​<b>Dilarang​</b> dipost di kanal selain WhatsApp.

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.

What if, great by choice. Laksanakan!

​<i>Zid Notes,​</i>
​<i>Ahad, 21 Mei 2017​</i>

​<b>PRODUCTIVE PARANOIA​</b>

Jim Collins dan Morten Hansen melakukan riset pada ​<b>beberapa perusahaan yang telah berhasil bertumbuh 10x​</b>. Mereka menyebutnya ​<i>10x companies​</i>. Riset mereka tentang perusahaan hebat ini kemudian dituliskan kedalam buku berjudul Great By Choice.

Salah satu perilaku perusahaan yang direkam oleh Collins dan Hansen adalah ​<b>Productive Paranoia​</b>. Productive Paranoia adalah sebuah sikap &quot;menakut-nakuti&quot; diri sendiri, guna kemudian mampu mengantisipasi resiko yang ada.

Hari ini, teori-teori ​<b>optimisme kosong​</b> telah melarutkan para pebisnis dari mengantisipasi resiko. Sedikit sekali dari para pebisnis UKM dan kelas menengah yang menantang dirinya untuk kemudian bertanya lebih dalam.

Didalam buku ​<i>Great by Choice,​</i> mereka menuliskan tentang bagaimana sikap ​<i>productive paranoia​</i> disematkan pada keseharian mereka, 

​<b>"The 10x winners in our research always assumed that conditions can–and often do–unexpectedly change, violently and fast. They were hypersensitive to changing conditions, continually asking, 'What if?' "​</b> Great By Choice, Page 91.

Dalam riset kami, perusahaan yang berhasil bertumbuh 10x, selalu berasumsi bahwa kondisi dapat - ​<b>bahkan seringnya - berubah diluar harapan kita, keras dan cepat​</b>. Mereka sangat sensitif pada berbagai perubahan ini dengan selalu bertanya pada diri mereka sendiri dengan awalan ​<i>&quot;Bagaimana Jika&quot;.​</i>

What If? Bagaimana Jika? Adalah ​<b>sikap yang selalu ditanya terus menerus​</b> oleh perusahaan hebat. Mereka terus menerus menantang desain produk mereka. Mereka selalu menanyakan rencana mereka menghadapi keadaan yang selalu berubah. Mereka selalu &quot;parno&quot; untuk kemudian selalu bertanya &quot;Bagaimana Jika?&quot;, &quot;gimana kalo?&quot;, &quot;kumaha upami?&quot;, &quot;kumaha mun?&quot; .... bukan malah &quot;kumaha ngke...&quot; gimana nanti...

Dan hanya dengan begitu, mereka akan menemukam cara terbaik dalam &quot;menambal&quot; rencana dan desain mereka.

*****

Saya akan buka-bukaan tentang bagaimana ​<b>&quot;What If&quot;​</b> bekerja di dalam perencanaan event Kopdar Saudagar Nusantara.

Kami merancang pertemuan ​<b>12.500 pebisnis UKM​</b> dan menengah di Sentul International Convention Centre. Kami adakan kegiatan ini dalam 2 hari. Dengan target revenue 799 ribu per pax.

​<i>Kami selalu bertanya,​</i> bagaimana jika peserta merasa harga tiketnya terlalu mahal? Pertanyaan ini akhirnya menuntun kami agar ​<b>menyiapkan bonus produk fisik yang kami targetkan 3x dari 799 ribu.​</b>

​<i>Lalu kami bertanya,​</i> bagaimana jika peserta menunda pendaftaran karena event masih lama? 

Pertanyaan ini akhirnya memaksa kami untuk ​<b>menggratiskan layanan Sekolah Bisnis duakodikartika,​</b> dimana peserta yang sudah membayar, langsung mendapatkan akses belajar 87 topik bisnis yang Saya ajarkan. Padahal produk ini biasa dibeli seharga 495 ribu.

Terdapat pula berbagai bonus digital dan jasa yang kami siapkan bagi mereka yang membayar cepat.

​<i>Kami bertanya kembali,​</i> bagaimana jika mereka kebingungan dalam mencari penginapan? Akhirnya kami menyediakan berbagai penginapan dengan harga diskon. ​<b>Bahkan kami pun bekerjasama dengan masjid Az Zikra sentul untuk penginapan gratis.​</b>

​<i>Kami bertanya kembali,​</i> bagaimana jika pada tanggal tersebut hujan deras? Kami pun menyiapkan berbagai antisipasi untuk memudahkan peserta menuju venue.

​<i>Kami bertanya,​</i> bagaimana jika peserta yang sudah mendaftar dan membayar tidak mengajak sahabatnya? Maka kami siapkan program affiliate. Bahkam program ini kami buka untuk umum.

​<i>Kami bertanya,​</i> bagaimana jika pada tanggal tersebut terdapat event tandingan? Maka kami akhirnya mendevelop lahan parkir untuk dibangun ​<b>12 panggung seminar yang melibatkan 12 komunitas​</b>. Agar event ini menjadi sinergi bersama.

​<i>Kami bertanya lagi,​</i> bagaimana jika para pendaftar masih terus sedikit? Maka lahirlah ide penetrasi data base, membangun warm list market, mengadakan mega seminar di ​<b>12 kota besar​</b>, mengimplant perwakilan kopdar saudagar di ​<b>50 kota besar di Indonesia.​</b>

​<i>Kami bertanya lagi,​</i> bagaimana jika revenue dari peserta tidak terjadi? Maka kami siapkan ​<b>arus uang dari sponsor.​</b>

​<i>Bagaimana jika​</i> mereka kesulitan mengakses tiket? Maka kami membangun sistem pendaftaran onlime dan otomasi ​<b>approval transfer berbasis API ke Bank.​</b>

​<i>Bagaimana jika​</i> parkiran semerawut? Maka kami sediakan ​<b>fill blank nomor plat mobil​</b> untuk mengatur pembagian area parkir.

Terus menerus kami ​<b>menantang event kami.​</b> Dan kami sangat bersyukur banyak yang menantang event kami, karena dengan begitulah sebuah rencana dan produk akan kuat dan hebat.

*****

Optimis boleh, yakin boleh, tetapi kita tidak boleh ​<b>naif​</b> untuk ​<i>tidak menghiraukan​</i> bahwa kondisi diluar sana ​<b>berada diluar kendali diri kita.​</b> Cuaca diluar kendali, keputusan kompetitor diluar kendali, perubahan situasi ekonomi berada diluar kendali.

​<i>Collins dan Hansen​</i> mengingatkan, terlalu cepat berbahaya, terlalu lambat juga berbahaya, maka Anda harus bergerak dengan perencanaan matang dan tepat.

&quot;Paranoia&quot; yang kita bangun ​<b>bukanlah​</b> untuk menghambat langkah, namun untuk terus menyempurnakan rencana Anda!

Bangunlah ​<b>&quot;kekhawatiran positif&quot;​</b>.

​<b>Rendy Saputra​</b>
​<i>Hadirlah di KopdarSaudagar.com​</i>


​<i>Ajak sahabat Anda untuk berlangganan tulisan Saya dengan mengirimkan nama dan domisili ke ​</i><i><b>081288407094​</b></i><i> via WhatsApp.​</i>

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.